PROBOLINGGO,- Lereng Argopuro akhir pekan ini tak hanya memanjakan mata dengan keindahan alamnya, tetapi juga memikat pencinta kopi dengan harum khas Arabika Kobra.
Hyang Argopuro Coffee Festival 2025 yang digelar Minggu (9/11/2025) menjadi bagian istimewa dari rangkaian The Seven Lakes Festival 2025, menampilkan potensi kopi unggulan Kabupaten Probolinggo di panggung nasional.
Sebanyak 51 peserta dari berbagai daerah, mulai Jawa Timur hingga Lombok, NTB, menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam meracik cita rasa, aroma, dan keseimbangan kopi arabika.
Suasana kompetisi pun terasa hangat dengan semangat para barista dan petani kopi yang datang membawa kebanggaan daerah masing-masing.
Diperta Kabupaten Probolinggo, Arif Kurniadi, menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar ajang adu kemampuan, tetapi juga upaya memperkenalkan kekayaan kopi lokal ke kancah nasional.
“Festival kopi ini bukan sekadar perlombaan. Tujuannya adalah mengenalkan spesies kopi Kabupaten Probolinggo seperti Arabika, Robusta, dan Liberika agar semakin dikenal luas,” ujar Arif.
Menariknya, para peserta telah menerima sampel biji kopi Arabika Kobra HSN jauh sebelum kompetisi dimulai. Metode fermentasi ini tengah menjadi tren di dunia kopi Indonesia karena menghasilkan karakter rasa yang kompleks dan berlapis.
Salah satu juri lokal, Billy, mengungkapkan bahwa kopi yang digunakan memiliki nilai tinggi, baik dari sisi proses maupun harga.
“Prosesnya cukup rumit dan bernilai tinggi. Harga green bean-nya saja bisa mencapai Rp 200–250 ribu per kilogram, tergantung kualitas cherry saat panen,” ungkapnya.
Festival ini bukan hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga wadah edukasi dan apresiasi terhadap perjalanan panjang secangkir kopi dari biji hingga ke cangkir.***














