PROBOLINGGO,- Ribuan santri, alumni, dan wali santri memadati halaman Pondok Pesantren Raudlatul Hasaniyah di Desa Mojolegi, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (14/2/2026). Haflatul Imtihan ke-44 berlangsung khidmat dan penuh antusiasme.
Ketua panitia, Ustaz Ilman Abd Hafidz, S.H., menyebut jumlah santri aktif yang hadir lebih dari 1.000 orang. Ribuan alumni dan simpatisan juga turut meramaikan agenda tahunan tersebut.
“Partisipasi tahun ini sangat luar biasa. Ini bukti kuatnya hubungan pesantren dengan alumni dan masyarakat,” ujarnya singkat.
Pengasuh pesantren, Muhammad Hasan Zainul Abidin, menegaskan pentingnya adaptasi di tengah perubahan zaman. Ia mengingatkan agar pesantren tidak tertinggal perkembangan sosial dan teknologi.
“Kita harus mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai dan tradisi pesantren,” tegasnya di hadapan hadirin.
Pesan itu menegaskan arah pendidikan pesantren yang adaptif. Namun, nilai ahlussunnah wal jamaah tetap menjadi fondasi utama.
Secara historis, pesantren ini berdiri pada 1982. Pendiri pertamanya adalah Moch. Asy’arie Sholeh. Kepemimpinan kemudian dilanjutkan Sholehuddin Asy’arie sebelum kini diasuh generasi berikutnya.
Acara dimulai pukul 15.00 WIB. Rangkaian kegiatan berlangsung hingga malam hari. Penampilan Pagar Nusa membuka agenda. Dilanjutkan pembacaan Al-Qur’an, Mars Santri Putri, serta sambutan-sambutan.
Santri berprestasi menerima penghargaan. Hadirin juga disuguhi nasyid, puisi, hingga penampilan Samman dan Samroh.
Acara ditutup dengan ceramah agama dan doa bersama. Haflatul Imtihan kali ini menjadi penegasan komitmen pesantren untuk tetap relevan dan mencetak generasi berilmu serta berakhlak di tengah arus perubahan zaman.***














