PROBOLINGGO,- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir di beberapa wilayah Kabupaten Probolinggo, Senin (23/2/2026).
Di lokasi, Khofifah menegaskan bencana hidrometeorologi kini menjadi fenomena global. Dampaknya juga dirasakan di berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk Probolinggo.
Menurutnya, respons harus segera dimulai meski proses pembangunan tidak bisa instan. “Kalau membangun jembatan rasanya satu bulan tidak cukup, tapi harus tetap dimulai agar masyarakat tahu bahwa pergerakan untuk merespons ini sudah dimulai,” ujarnya.
Ia menambahkan, perbaikan ringan akan diprioritaskan lebih dulu. Kerusakan seperti atap bocor atau jendela rusak diminta segera ditangani Pemprov Jatim agar warga bisa kembali beraktivitas.
Sementara itu, Bupati Probolinggo Mohammad Haris menyampaikan bahwa bencana tidak bisa sepenuhnya dihindari. Yang terpenting, kata dia, adalah meminimalisir dampak yang ditimbulkan.
“Prinsipnya pemerintah Insya Allah akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Apa pun caranya akan selalu kami lakukan sebaik mungkin,” tegasnya.
Untuk infrastruktur berat seperti jembatan yang rusak, pemerintah menyiapkan langkah jangka menengah hingga panjang. Penanganan dilakukan bertahap dengan koordinasi lintas instansi.***














