PROBOLINGGO,- Festival Musik Pengantar Sahur (MPS) ke-XX Tahun 2026 resmi digelar di Kabupaten Probolinggo. Pelepasan peserta dilakukan di garis start PG Pajarakan, Rabu (25/2/2026) malam.
Rute festival dimulai dari PG Pajarakan dan berakhir di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan. Iringan musik tradisional menghidupkan suasana malam jelang sahur.
Peserta tidak hanya dari Kabupaten Probolinggo. Sejumlah regu umum turut datang dari Kabupaten Jombang dan Kabupaten Sidoarjo.
Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, menegaskan MPS bukan sekadar hiburan. Menurutnya, tradisi membangunkan sahur dengan musik harus dijaga sebagai warisan budaya.
“MPS ini bukan sekadar acara hiburan. Kita menjaga budaya membangunkan sahur dengan musik tradisional, sekaligus menjadikannya momentum doa bersama agar Kabupaten Probolinggo dijauhkan dari bencana,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat melakukan introspeksi. Cuaca ekstrem yang melanda belakangan ini menjadi perhatian bersama.
“Kita cukup prihatin. Karena itu malam ini mari kita berbahagia menyambut Ramadhan, tapi juga introspeksi dan berdoa agar cuaca ekstrem ini tidak berlarut-larut,” tambahnya.
Festival MPS pun menjadi ruang ekspresi sekaligus refleksi. Tradisi berjalan, doa dipanjatkan, kebersamaan pun dikuatkan.***














