banner 728x90
Daerah

Duh! Turis Thailand Kehilangan Tujuh Koper Saat Liburan di Bromo, Bupati Prihatin

×

Duh! Turis Thailand Kehilangan Tujuh Koper Saat Liburan di Bromo, Bupati Prihatin

Sebarkan artikel ini
Rombongan wisatawan asal Thailand menjadi korban pencurian saat berkunjung ke kawasan Gunung Bromo./ Foto: Istimewa

PROBOLINGGO,- Rombongan wisatawan asal Thailand menjadi korban pencurian saat berkunjung ke kawasan Gunung Bromo pada Minggu (15/2/2026).

Tujuh koper berisi barang berharga hilang ketika kendaraan yang mereka tumpangi diparkir di pendopo Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Peristiwa bermula saat rombongan diantar menuju kawasan Bromo menggunakan minibus Toyota Hiace. Seluruh koper disimpan di dalam kendaraan yang diparkir di area pemberhentian bus.

Sopir dan para wisatawan turun sejenak untuk melanjutkan agenda wisata, sementara mobil dalam kondisi terkunci.

Namun ketika kembali, mereka mendapati kejanggalan. Pintu mobil yang sebelumnya terkunci terasa sulit dibuka. Setelah berhasil dibuka, kondisi bagian dalam kendaraan sudah berantakan.

“Saat dibuka, kondisi di dalam sudah acak-acakan. Koper yang semula tersusun rapi sudah tidak ada. Setelah dicek, tujuh koper hilang,” ujar Jhonni, agen travel rombongan, Senin (16/2/2026).

Para turis psnik, barang-barang yang meliputi kamera, tablet, iPhone, pakaian, serta berbagai barang pribadi miliknya hilang. Total kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Setelah itu salah satu wisatawan berhasil melacak sinyal GPS dari gawai yang berada di dalam koper. Titik terakhir terdeteksi di wilayah, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Baca Juga:  Konser NDX di Kraksaan Probolinggo Ternyata Ada Penonton yang Kenak Tusuk

Bupati Probolinggo, dr. Muhammad Haris, menyampaikan rasa prihatin atas kejadian tersebut. Ia menegaskan keamanan wisatawan menjadi tanggung jawab bersama.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, saya menyampaikan rasa prihatin atas kejadian ini. Bromo adalah wajah pariwisata kita, dan setiap wisatawan adalah sahabat yang harus kita jaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pariwisata hanya akan berkembang jika wisatawan merasa aman dan nyaman. Kejadian ini diharapkan menjadi evaluasi agar kawasan wisata semakin tertata dari sisi keamanan.

Kapolres Probolinggo, M Wahyudin Latif, memastikan pihaknya telah melakukan langkah penyelidikan. Polisi tengah mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

“Kami akan melakukan pemanggilan saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti seperti rekaman CCTV serta keterangan para pelaku usaha jasa wisata di sekitar lokasi,” katanya.

Ia juga memberikan atensi penuh kepada anggota opsnal Satreskrim untuk melakukan pemetaan dan penyelidikan lanjutan. Polisi berupaya mengungkap pelaku agar kasus ini segera menemukan titik terang.***