banner 728x90
Ragam

Dari Tuyul hingga Gunung Kawi, Ini Pesugihan yang Paling Dikenal Masyarakat

×

Dari Tuyul hingga Gunung Kawi, Ini Pesugihan yang Paling Dikenal Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi AI pesugihan./ Foto: bolinggo.co

BOLINGGODOTCO,- Cerita tentang pesugihan telah lama hidup di tengah masyarakat Indonesia. Praktik ini kerap dianggap sebagai jalan pintas untuk meraih kekayaan dengan bantuan kekuatan supranatural.

Dalam kepercayaan masyarakat, pesugihan hadir dalam berbagai bentuk. Pesugihan babi ngepet diyakini memungkinkan pelakunya berubah wujud demi mencuri harta orang lain.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

Sementara pesugihan tuyul memanfaatkan makhluk gaib berbentuk anak kecil berkepa botak yang dipercaya mampu mengambil uang secara diam-diam milik orang kaya.

Jenis lain yang sering disebut adalah pesugihan khodam, yaitu perjanjian dengan jin atau makhluk halus tertentu untuk membantu melipatgandakan kekayaan.

Ada pula pesugihan Gunung Kawi, yang identik dengan ritual khusus di kawasan spiritual Jawa Timur. Selain itu, masyarakat mengenal pesugihan kandang bubrah dan pesugihan pesarean Gunung Kemukus, yang dilakukan di area makam keramat dengan syarat-syarat tertentu.

Meski berbeda cara, tujuan pesugihan pada dasarnya sama. Praktik ini diyakini sebagai upaya memperoleh kekayaan instan tanpa proses panjang. Karena itu, pesugihan sering dikaitkan dengan konsekuensi yang harus ditanggung pelakunya.

Baca Juga:  Tradisi Totta'an, Mengungkapkan Rasa Syukur Petani di Probolinggo

Seiring cerita tersebut, muncul pula anggapan mengenai ciri-ciri pelaku pesugihan. Kekayaan mendadak tanpa sumber penghasilan jelas kerap menjadi tanda yang dicurigai. Perubahan perilaku, seperti menjadi tertutup atau anti-sosial, juga sering dikaitkan dengan praktik ini.

Ciri lain yang sering disebut adalah kebiasaan melakukan ritual aneh pada waktu tertentu. Beberapa orang juga dikaitkan dengan kepemilikan jimat atau benda pusaka. Bahkan, ada cerita tentang gangguan kesehatan aneh dan suasana rumah yang terasa mistis.

Namun demikian, anggapan tersebut tidak selalu benar. Banyak orang mengalami peningkatan ekonomi karena kerja keras, usaha, atau keberuntungan.

Karena itu, cerita pesugihan sebaiknya dipahami sebagai bagian dari kepercayaan dan budaya, bukan sebagai dasar untuk menuduh seseorang tanpa bukti.***