BANJARBARU,- Risky Aulia (13), siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 7 Kota Probolinggo, tampil percaya diri di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Ia berpidato menggunakan bahasa Jepang dalam peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Senin (12/1/2026) lalu.
Risky Aulia menjadi satu dari empat siswa terpilih se-Indonesia. Mereka mewakili Sekolah Rakyat dalam acara nasional tersebut.
Keempat siswa menyampaikan pidato menggunakan bahasa asing yang berbeda. Bahasa yang digunakan meliputi Inggris, Arab, Mandarin, dan Jepang.
Kesempatan tersebut menjadi momen istimewa bagi Risky. Ia mampu menunjukkan kemampuan berbahasa asing di forum kenegaraan.
Di balik penampilannya, Risky memiliki latar belakang keluarga yang sederhana. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.
Sejak kecil, Risky Aulia dibesarkan oleh sang ibu. Ibunya bekerja sebagai buruh cuci untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Sementara itu, ayah Risky sudah lama tidak tinggal bersama keluarga. Kondisi tersebut tidak menghalangi semangat Risky Aulia untuk terus belajar.
Keberhasilan Risky menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang prestasi. Pendidikan dinilai mampu membuka peluang bagi siapa saja.***















