banner 728x90
Tips & Trick

Agar Tak Panik Saat Air Naik, Ini Langkah Mitigasi Banjir yang Bisa Dilakukan dari Rumah

×

Agar Tak Panik Saat Air Naik, Ini Langkah Mitigasi Banjir yang Bisa Dilakukan dari Rumah

Sebarkan artikel ini
Mitigasi banjir di mulai dari rumah./ Foto: bolinggo.co

BOLINGGODOTCO,- Musim hujan membawa manfaat, tapi juga risiko banjir. Setiap tahun kejadiannya hampir sama. Hujan deras turun, air meluap, jalan tergenang, dan rumah kemasukan air. Pertanyaannya, kenapa hal ini terus berulang?

Banjir bukan hanya karena hujan besar, tapi juga karena kita kurang siap. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sebelum bencana datang. Mitigasi bisa dimulai dari rumah dan lingkungan sekitar.

Berikut langkah sederhana yang bisa dilakukan:

1. Kenali kondisi lingkungan tempat tinggal

Warga perlu tahu bagian mana yang sering tergenang dan ke mana arah air mengalir saat hujan deras. Penting juga mengetahui jarak rumah dari sungai atau saluran air besar.

Dengan memahami risiko, keluarga bisa bersiap lebih cepat. Misalnya, memindahkan barang penting ke tempat yang lebih tinggi sebelum air naik.

2. Bersihkan saluran air secara rutin

Selokan yang penuh sampah membuat air tidak mengalir lancar. Saat hujan deras, air bisa meluap ke jalan dan masuk ke rumah.

Kerja bakti membersihkan selokan, parit, dan gorong-gorong perlu dilakukan rutin, terutama saat awal musim hujan. Langkah kecil ini sangat berpengaruh.

3. Siapkan tas darurat keluarga

Banyak orang panik saat air sudah masuk rumah. Padahal, tas darurat bisa disiapkan jauh hari.

Isi tas dengan dokumen penting, obat-obatan, senter, air minum, makanan ringan, dan powerbank. Simpan di tempat yang mudah diambil.

Baca Juga:  Menuju Perguruan Tinggi Negeri dengan Sukses: 10 Cara Mudah Meraih Kursi Kuliah yang Diinginkan

4. Amankan kondisi rumah

Rumah di daerah rawan banjir perlu penyesuaian sederhana. Misalnya, meninggikan stop kontak listrik agar lebih aman.

Buat penghalang di pintu jika perlu. Usahakan halaman tidak seluruhnya disemen agar air hujan bisa meresap.

5. Jaga komunikasi antarwarga

Komunikasi antarwarga sangat penting saat musim hujan. Informasi tentang hujan deras atau air yang mulai naik harus cepat dibagikan.

Grup pesan warga bisa digunakan untuk berbagi informasi. Dengan begitu, semua punya waktu untuk bersiap.

6. Bekerja sama dengan pemerintah setempat

Mitigasi tidak bisa dilakukan sendiri. Pemerintah desa atau kelurahan juga perlu memastikan saluran air berfungsi baik.

Jalur evakuasi harus jelas dan diketahui warga. Kerja sama antara warga dan pemerintah sangat dibutuhkan.

7. Manfaatkan media sebagai sumber edukasi

Media tidak hanya melaporkan bencana, tetapi juga bisa memberi informasi pencegahan. Edukasi tentang mitigasi perlu sering disampaikan.

Informasi yang sederhana dan jelas akan lebih mudah dipahami masyarakat. Ini membantu membangun kebiasaan siaga.

Banjir memang tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya. Namun, dampaknya bisa dikurangi jika kita siap lebih awal. Mitigasi bukan hal rumit, tapi kebiasaan kecil yang dilakukan bersama.

Sebelum air datang, masih ada waktu untuk berbenah. Membersihkan selokan, menata rumah, menyiapkan tas darurat, dan saling mengingatkan adalah langkah nyata. Kesiapan hari ini bisa menyelamatkan kita nanti.***