PROBOLINGGO,- Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Probolinggo memperkuat edukasi keluarga untuk mencegah kekerasan terhadap anak dan aksi bullying atau perundungan.
Upaya tersebut dilakukan melalui Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) yang melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) pada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Selasa (20/10/2026).
Kepala Dinsos PPPA Kota Probolinggo, Siti Romlah, menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter dan perilaku anak. Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk belajar, memperoleh perlindungan, dan mengenal nilai-nilai kehidupan.
“Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk belajar dan berlindung. Di dalam keluarga pula karakter anak mulai dibentuk,” ujar Siti Romlah.
Ia menjelaskan, pola pengasuhan orang tua berpengaruh terhadap perkembangan perilaku anak. Sikap kasar yang ditunjukkan orang tua berpotensi ditiru dan terbawa ke lingkungan sekolah maupun pergaulan.
Karena itu, Siti mengajak masyarakat, khususnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH, untuk menjaga keharmonisan keluarga serta memastikan anak mendapatkan perhatian dan perlindungan yang layak.
Selain pengasuhan di rumah, masyarakat juga diminta berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Upaya tersebut mencakup pencegahan kekerasan, perundungan, serta pernikahan dini.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan atau mencurigai adanya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Jangan ragu untuk melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk aksi bullying,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim PKH Kota Probolinggo, Rudi Dewang Wahyudi, menjelaskan bahwa P2K2 merupakan kegiatan rutin yang wajib dilaksanakan pendamping PKH setiap bulan.
Menurut Rudi, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana penyampaian materi, tetapi juga mendorong peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku keluarga penerima manfaat.
Melalui P2K2, KPM mendapatkan pemahaman mengenai pengasuhan anak, pemenuhan hak anak, serta pentingnya mencegah kekerasan dan perundungan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Melalui P2K2, KPM diberikan pemahaman agar terjadi perubahan perilaku, termasuk dalam menjaga dan melindungi hak-hak anak serta mencegah aksi bullying atau perundungan,” jelas Rudi.
Dinsos PPPA Kota Probolinggo berharap keterlibatan pendamping PKH dalam edukasi keluarga dapat memperkuat upaya perlindungan anak secara berkelanjutan.
Dukungan orang tua dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang.***

























