banner 728x90
Berita

Anjlok! Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, IHSG Ikut Ambruk

×

Anjlok! Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, IHSG Ikut Ambruk

Sebarkan artikel ini
Mata uang rupiah dan dolar. (Antara/Muhammad Adimaja)

JAKARTA,-  Nilai tukar rupiah anjlok pada penutupan perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026. Rupiah di pasar spot melemah 0,50 persen menjadi Rp 18.027 per dolar Amerika Serikat (AS), menembus level Rp 18.000 per dolar AS.

Pelemahan rupiah juga terlihat dalam perdagangan sepekan terakhir. Mata uang Garuda terkoreksi 0,71 persen dibandingkan posisi Rp 17.899 per dolar AS pada Jumat (9/10/2026).

Tekanan serupa terjadi pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor). Rupiah Jisdor melemah Rp 104 atau 0,58 persen menjadi Rp 18.052 per dolar AS. Secara mingguan, kurs ini turun 0,94 persen dari posisi Rp 17.884 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap pasar keuangan Indonesia. Salah satu pemicunya adalah usulan MSCI untuk mengklasifikasikan Indonesia sebagai standalone market, dari sebelumnya berstatus emerging market.

Usulan tersebut menambah tekanan terhadap pasar yang sebelumnya dibayangi kekhawatiran mengenai kelayakan investasi dan ketidakpastian kebijakan pemerintah.

Tekanan pasar juga tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada penutupan perdagangan Jumat, IHSG anjlok 678 poin atau 11,57 persen ke level 5.185,10. Sejak awal tahun, indeks saham Indonesia tersebut telah melemah 40,04 persen.

Di tengah pelemahan dolar AS, rupiah justru menjadi salah satu mata uang Asia yang mengalami koreksi. Selain rupiah, ringgit Malaysia melemah 0,02 persen dan dolar Hong Kong turun 0,008 persen.

Sebaliknya, mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan naik 0,75 persen, baht Thailand menguat 0,35 persen, dan dolar Singapura naik 0,18 persen. Rupee India dan peso Filipina masing-masing menguat 0,14 persen dan 0,12 persen.

Yuan China turut menguat 0,05 persen, diikuti yen Jepang sebesar 0,03 persen dan dolar Taiwan sebesar 0,01 persen.

Sementara itu, indeks dolar AS melemah 0,24 persen ke level 101,76. Indeks tersebut turun di bawah level 102 untuk pertama kalinya dalam delapan hari perdagangan terakhir dan mencatatkan pelemahan selama dua hari berturut-turut.***