banner 728x90
Berita

BMKG Peringatkan Gelombang Laut hingga 4 Meter, Banjir Rob Mengintai Sejumlah Wilayah

×

BMKG Peringatkan Gelombang Laut hingga 4 Meter, Banjir Rob Mengintai Sejumlah Wilayah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi banjir rob./ Foto: Istimewa

JAKARTA,- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Sabtu. Masyarakat juga diminta mewaspadai gelombang laut setinggi 2,5-4 meter dan potensi banjir rob.

Prakirawan BMKG, Rana, menyebut hujan ringan berpotensi mengguyur sejumlah kota di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

“Potensi hujan ringan ditemukan di Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Bengkulu, dan Pangkal Pinang, Pontianak, Samarinda, Mamuju, Manokwari, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya,” katanya di Jakarta, Sabtu.

Sementara itu, cuaca cerah berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, dan Manado.

BMKG juga mencatat potensi udara kabur di Bandar Lampung, Surabaya, Ambon, dan Merauke. Adapun asap atau kabut berpeluang terjadi di Palangka Raya, Banjarmasin, Palu, dan Sorong.

Kondisi cuaca lainnya meliputi berawan tebal di Banda Aceh dan Ternate, hujan sedang di Palembang, serta hujan petir di Tanjung Selor.

Gelombang Tinggi dan Banjir Rob Mengintai

Selain cuaca di daratan, BMKG mengingatkan potensi gelombang laut setinggi 2,5-4 meter di sejumlah perairan.

Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Samudra Hindia barat Lampung, perairan selatan Banten, selatan Jawa Barat, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kondisi tersebut berisiko mengganggu aktivitas pelayaran. Nelayan dan pengguna transportasi laut diminta memperhatikan perkembangan cuaca sebelum beraktivitas.

BMKG juga mengingatkan potensi banjir rob di pesisir Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Maluku.

Warga pesisir diimbau mewaspadai kenaikan air laut. Masyarakat perlu mengikuti informasi resmi untuk mengantisipasi dampak pasang air laut di wilayah masing-masing.

Awan Cumulonimbus Berpotensi Ganggu Penerbangan

BMKG turut meminta masyarakat mewaspadai awan Cumulonimbus yang berpotensi muncul di sejumlah wilayah. Awan ini menjadi salah satu faktor cuaca yang perlu diperhatikan dalam keselamatan penerbangan.

Potensi awan tersebut terpantau di sebagian besar wilayah Sumatra, mulai dari Aceh hingga Jambi, termasuk Samudra Hindia barat Aceh, Kepulauan Nias, dan Kepulauan Mentawai.

Selain itu, awan Cumulonimbus berpotensi terjadi di Selat Malaka bagian utara dan tengah, sejumlah wilayah Kalimantan, Samudra Pasifik utara, Maluku, serta Papua dan wilayah sekitarnya.

Masyarakat yang hendak bepergian menggunakan pesawat diimbau mengikuti informasi cuaca dan arahan keselamatan dari pihak terkait.

Risiko Kekeringan dan Karhutla Tetap Diwaspadai

Di tengah potensi hujan di sejumlah daerah, kondisi kering masih mendominasi sebagian wilayah Indonesia. Hujan lebat juga masih berpeluang terjadi secara lokal.

Rana mengingatkan masyarakat agar tetap mengantisipasi risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Meskipun cuaca kering masih mendominasi, hujan lebat tetap dapat terjadi secara lokal. Waspadai pula risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan. Sesuaikan aktivitas dan perjalanan dengan kondisi cuaca,” katanya.***