banner 728x90
Daerah

11 PSK di Probolinggo Diamankan dari Embung Miring, Satpol PP Pasang Papan Peringatan

×

11 PSK di Probolinggo Diamankan dari Embung Miring, Satpol PP Pasang Papan Peringatan

Sebarkan artikel ini
Satpol PP Kabupaten Probolinggo memasang papan peringatan bertuliskan “ Kawasan Bersih Tanpa Prostitusi”./ Foto: Istimewa

PROBOLINGGO,- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo memasang papan peringatan bertuliskan “Kawasan Bersih Tanpa Prostitusi” di Desa Banjar Sawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Sabtu 26 September 2026.

Pemasangan papan tersebut dilakukan setelah petugas menggelar operasi senyap di lokasi yang dikenal warga sebagai Embung Miring (Emi), Desa Banjar Sawah.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 11 orang yang diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) berhasil diamankan petugas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami, mengatakan penertiban dilakukan menyusul adanya aktivitas prostitusi yang dinilai telah meresahkan masyarakat sekitar.

Menurutnya, keberadaan praktik prostitusi di kawasan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Upaya penertiban juga akan terus dilakukan untuk mencegah aktivitas serupa kembali berlangsung.

“Pemberantasan lokasi prostitusi merupakan perintah langsung dari Bupati Probolinggo. Selain di Tegalsiwalan, kami juga sedang memetakan lokasi serupa di wilayah lain,” ujar Taufik, dikutip Minggu (27/9/2026).

Selain penertiban, para PSK yang diamankan juga menjalani pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan dilakukan Satpol PP bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo.

Dari 11 orang yang menjalani pemeriksaan kesehatan, sebanyak lima orang terdeteksi positif HIV berdasarkan hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, dr. Dewi Veronica, membenarkan hasil pemeriksaan tersebut.

“Ada 5 orang yang terdeteksi HIV. Sebagian di antaranya ternyata pernah berobat di fasilitas kesehatan Pasuruan namun kemudian putus berobat,” ungkap dr. Vero.

Pemerintah daerah kini juga melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat praktik prostitusi di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penertiban dan pencegahan agar aktivitas serupa tidak kembali berkembang.***