JAKARTA,- Sejumlah bank asing dilaporkan menarik dana dalam jumlah besar dari Indonesia dalam dua tahun terakhir. Total dana yang diremitansikan ke kantor pusat disebut mencapai sekitar Rp11,5 triliun.
Laporan tersebut diungkap Bloomberg pada 29 Juni 2026. Citigroup Inc., Standard Chartered Plc., dan HSBC Holdings Plc. disebut menjadi tiga bank yang melakukan distribusi dana tersebut.
Menurut sumber Bloomberg, penarikan dana itu dilakukan karena adanya kekhawatiran terhadap arah kebijakan di Indonesia. Namun, masing-masing bank membantah adanya perubahan komitmen terhadap pasar Indonesia.
Berdasarkan laporan keuangan 2025, PT Bank HSBC Indonesia membagikan dividen tunai sekitar Rp2,95 triliun. Dividen tersebut terdiri atas dividen tahunan dan dividen khusus yang berasal dari laba ditahan.
HSBC menegaskan pembagian dividen merupakan bagian dari kebijakan perusahaan. Bank tersebut juga menyebut Indonesia masih memiliki prospek pertumbuhan yang kuat di tengah perubahan rantai pasok kawasan Asia.
“Indonesia membawa skala dan momentum bagi fase pertumbuhan Asia berikutnya. Seiring kawasan menyesuaikan kembali peta perdagangan dan rantai pasoknya, HSBC berada pada posisi yang unik untuk menghubungkan ambisi industrial Indonesia dengan modal global. Kami akan terus memprioritaskan fokus pada peluang pertumbuhan ini,” ujar perwakilan HSBC Indonesia, melansir dariĀ CNBC Indonesia.
Sementara itu, Standard Chartered Indonesia mencatat remitansi laba sebesar Rp388 miliar sepanjang 2025. Saldo laba yang belum diremitansikan justru meningkat menjadi Rp967,6 miliar.
Head of Corporate Affairs, Brand & Marketing Standard Chartered Indonesia, Puni Anjungsari, mengatakan remitansi tersebut merupakan distribusi laba rutin dari tahun-tahun sebelumnya. Seluruh proses juga telah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Puni menegaskan Standard Chartered tetap berkomitmen mendukung pembangunan ekonomi Indonesia. Dukungan itu dilakukan melalui berbagai peran strategis, termasuk pembiayaan pemerintah dan entitas nasional.
Di sisi lain, Citi Indonesia membukukan remitansi laba sebesar Rp2,44 triliun pada 2025. Bank tersebut juga masih memiliki laba yang belum diremitansikan sebesar Rp10,17 triliun.
Hingga berita ini ditulis, CEO Citi Indonesia sekaligus Chairman Perhimpunan Bank-Bank Internasional Indonesia (Perbina), Batara Sianturi, belum memberikan tanggapan terkait laporan tersebut.













