PROBOLINGGO,- Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, meninjau kondisi SDN Taman 3 Betek di Kecamatan Gading, Senin (29/6/2026). Kunjungan ini dilakukan dalam agenda “ngantor di kecamatan” sekaligus melihat dampak longsor yang terjadi pada Mei lalu.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Haris menyoroti kondisi pendidikan di wilayah pelosok. Ia menilai, situasi seperti ini masih sering ditemukan dan perlu perhatian serius.
“Rata-rata beginilah kondisi pendidikan di pelosok-pelosok. Ini sejatinya menjadi perhatian kita, meskipun sebenarnya ini bukan hanya tugas pemerintah daerah, tetapi juga pemerintah pusat,” ujarnya, sambil menengok atap yang sudah rusak.
Ia berharap ke depan berbagai persoalan pendidikan bisa ditangani secara bertahap. Termasuk kebutuhan tenaga pengajar yang masih menjadi kendala.
“Semoga nanti kita diberi kemampuan untuk menyelesaikan semua ini, termasuk kebutuhan guru,” tambahnya.
Bupati Haris memastikan SDN Taman 3 akan segera direvitalisasi. Perbaikan dilakukan secara menyeluruh agar kegiatan belajar mengajar lebih aman dan nyaman.
“Tahun ini sudah masuk program revitalisasi. Akan diperbaiki total, terutama pembangunan TPT sebagai penahan tanah agar tidak terjadi longsor lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SDN Taman 3, M. Roqib, menjelaskan longsor terjadi saat hujan deras. Kejadian berlangsung pada malam hari setelah hujan sejak siang.
“Awalnya hujan lebat dari siang, habis magrib terjadi longsor. Yang kami khawatirkan tembok paling barat, bahkan sudah kami beri tanda ‘awas longsor’,” jelasnya.
Ia menyebut perbaikan darurat telah dilakukan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim). Proses pengerjaan berlangsung sekitar satu minggu.
Namun, kerusakan lain seperti atap kelas sudah terjadi cukup lama. Pihak sekolah sebelumnya telah beberapa kali mengajukan perbaikan.
“Sudah lama rusak. Kami sudah mengajukan beberapa kali, dan baru tahun ini terealisasi melalui pemerintah pusat,” pungkasnya.
Usai meninjau sekolah, Bupati Haris melanjutkan kegiatan dengan membagikan bantuan sembako kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Selain itu, ia juga menyempatkan diri bertemu dengan mahasiswa KKN dari UIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan motivasi agar mahasiswa dapat berkontribusi nyata bagi masyarakat desa.***













