banner 728x90
Nasional

Panen Udang di Kebumen, Prabowo Dorong Penguatan Ekspor dan Lapangan Kerja

×

Panen Udang di Kebumen, Prabowo Dorong Penguatan Ekspor dan Lapangan Kerja

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto melakukan panen raya udang vannamei./ Foto: KKP

KEBUMEN,- Presiden Prabowo Subianto melakukan panen raya udang vannamei di kawasan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Sabtu (23/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo ikut turun ke tambak bersama para pekerja untuk memanen udang secara langsung.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor perikanan budidaya nasional. Presiden menilai hasil produksi udang di Kebumen menunjukkan perkembangan positif dan berpotensi menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia.

“Saya hadir menyaksikan panen raya udang, ini sudah tiga tahun dan hasilnya sudah tingkat tertinggi, tingkat dunia. Sangat menjanjikan,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan pemerintah akan terus mendukung proyek-proyek produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu langkah yang disiapkan yakni pengembangan tambak udang terintegrasi di Waingapu seluas 2.000 hektare serta kawasan budidaya di Sulawesi Utara seluas 200 hektare.

Menurut Prabowo, sektor budidaya udang memiliki nilai ekonomi besar karena mampu menghasilkan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan panen raya kali ini merupakan siklus kedelapan sejak kawasan BUBK Kebumen beroperasi pada 2023.

Produksi panen diperkirakan mencapai sekitar 80 ton dan seluruh hasilnya telah diserap pelaku usaha lokal dengan harga rata-rata Rp70 ribu per kilogram. Udang hasil budidaya tersebut selanjutnya dipersiapkan untuk kebutuhan ekspor.

Trenggono menjelaskan ekspor udang Indonesia saat ini masih didominasi pasar Amerika Serikat, disusul China dan Jepang. Ia optimistis produksi udang nasional terus meningkat seiring pengembangan tambak modern di berbagai daerah.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, nilai ekspor udang Indonesia pada 2025 mencapai USD1,87 miliar. Angka itu naik dibandingkan 2024 sebesar USD1,68 miliar dan 2023 yang berada di level USD1,73 miliar.

Kawasan BUBK Kebumen sendiri memiliki luas total 100 hektare dengan 139 petak kolam produksi. Operasional kawasan tambak modern tersebut juga telah menyerap sekitar 645 tenaga kerja lokal.

Panen raya udang vannamei itu turut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Menko Pangan Zulkifli Hasan, Mensesneg Prasetyo Hadi, serta jajaran kementerian terkait dan anggota Komisi IV DPR RI.***