PROBOLINGGO,- Upaya percepatan penurunan stunting terus diperkuat Pemerintah Kota Probolinggo. Salah satunya melalui kegiatan bertajuk “Optimalisasi Peranan Wanita dalam Mendukung Gerakan Cegah Stunting”.
Kegiatan yang digelar Dinkes P2KB ini melibatkan berbagai unsur. Mulai dari kader PKK, kader posyandu, hingga organisasi wanita lainnya.
Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani, menegaskan peran penting perempuan. Terutama para ibu dalam mencegah stunting di lingkungan keluarga.
“Perempuan, khususnya ibu, adalah garda terdepan. Mulai dari memastikan gizi anak hingga pola asuh yang tepat,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Ia juga mengingatkan pentingnya praktik langsung di rumah. Tidak hanya memahami teori, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita ingin ibu-ibu benar-benar menerapkan gizi seimbang. Kalender gizi yang diberikan harus dipraktikkan, bukan sekadar dilihat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB Kota Probolinggo, dr. Intan Soedarmaji, menyebut kegiatan ini menyasar ratusan peserta. Total ada 180 orang dari berbagai organisasi wanita.
“Ini bagian dari penguatan peran masyarakat. Kolaborasi lintas sektor penting dalam percepatan penurunan stunting,” jelasnya.
Tak hanya materi, peserta juga mendapat praktik langsung. Mereka belajar mengolah PMT berbahan dasar ikan sebagai sumber protein hewani.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Poltekkes Kemenkes Surabaya dan praktisi kuliner. Peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi.
Materi yang disampaikan pun cukup beragam. Mulai dari pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan hingga pola makan sehat keluarga.
Dengan kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat. Peran keluarga pun semakin kuat dalam mencegah stunting sejak dini.***













