banner 728x90
Daerah

Lailatul Qadar di Probolinggo, Faisol Riza Cerita Perjalanan Hidup di Hadapan Ribuan Jamaah

×

Lailatul Qadar di Probolinggo, Faisol Riza Cerita Perjalanan Hidup di Hadapan Ribuan Jamaah

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Perindustrian RI, H. Faisol Riza, menghadiri kegiatan malam Lailatul Qadar di gedung Islamic Center./ Foto: bolinggo.co

PROBOLINGGO,- Wakil Menteri Perindustrian RI, H. Faisol Riza, menghadiri kegiatan malam Lailatul Qadar bersama Fatayat dan Muslimat se-Kabupaten Probolinggo. Kegiatan tersebut dipadati ribuan jamaah yang datang dari berbagai wilayah.

Acara tersebut berlangsung di Gedung Islamic Center, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo pada Selasa (10/3/2026) yang juga dihadiri sejumlah tokoh ulama dan pejabat daerah.

Di antaranya KH. Malik Sanusi, Wakil Bupati Probolinggo anggota DPRD Kab/Kota Probolinggo, Wakil Wali Kota Probolinggo, serta tokoh masyarakat seperti KH Tauhidullah Badri, Nun Hafidzul Hakim Nur, Nun Hassan Hasan Malik, dan Gus Hasan Habibifillah.

Dalam kesempatan tersebut, Faisol Riza menyampaikan bahwa Kementerian Perindustrian terus mendorong penguatan industri nasional. Hal ini dilakukan agar industri dalam negeri mampu berdiri kuat dan bersaing dengan industri dari luar negeri.

“Di Kementerian Perindustrian banyak hal yang kami pelajari. Tujuannya agar industri dalam negeri benar-benar dimiliki bangsa kita dan mampu bersaing secara global,” ujar Faisol Riza.

Ia juga mencontohkan industri rokok yang memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan negara. Menurutnya, sektor tersebut menjadi salah satu penopang penting dalam penerimaan APBN.

Baca Juga:  Gus Dur dan Syekhona Kholil Dapat Gelar Pahlawan Nasional, PKB Probolinggo Gelar Syukuran Penuh Haru
Ribuan jemaah malam
Lailatul Qadar gedung islamic center Kabupaten Probolinggo./ Foto: bolinggo.co

“Industri rokok misalnya, itu menyumbang hampir 10 persen dari pendapatan APBN kita. Nilainya kurang lebih sekitar Rp200 triliun,” katanya.

Faisol Riza menambahkan bahwa sebagian besar bahan baku tembakau berasal dari Kabupaten Probolinggo. Hal ini menunjukkan peran penting daerah dalam mendukung sektor industri nasional.

“Sebagian besar tembakau tersebut berasal dari Kabupaten Probolinggo. Artinya daerah ini punya kontribusi besar terhadap industri nasional,” tambahnya.

Dalam sambutannya, ia juga menceritakan perjalanan hidupnya sebagai lulusan pesantren yang kini mendapat amanah di Kementerian Perindustrian. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi hal yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Saya tidak menyangka lulusan pesantren bisa diberi tugas memimpin di Kementerian Perindustrian,” ujarnya.

Ia pun membandingkan ilmu yang dipelajari saat di pesantren dengan tugas yang kini diemban di pemerintahan.

“Dulu waktu di pesantren kita belajar akhlak, ngaji Al-Qur’an. Sekarang belajar tentang nikel, unsur-unsur kimia, ferro, dan berbagai hal yang berkaitan dengan industri,” pungkasnya.***