PROBOLINGGO,- Sebanyak 1.030 Ketua RT dan 200 Ketua RW se-Kota Probolinggo menerima kenaikan honorarium dari Pemerintah Kota. Kebijakan ini disebut sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka di garda terdepan pelayanan masyarakat.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menyampaikan langsung kebijakan tersebut. Honor yang sebelumnya Rp400 ribu per bulan kini naik menjadi Rp1 juta per bulan.
Selain kenaikan nominal, pola pencairan juga berubah. Jika sebelumnya dibayarkan tiap triwulan, kini dicairkan dua bulan sekali sebesar Rp2 juta.
“Peningkatan honorarium ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah atas dedikasi Bapak dan Ibu semua. Kami memahami bahwa tugas Ketua RT dan RW tidaklah ringan,” ujar Wali Kota dalam sambutannya di GOR Mastrip, Sabtu (28/2/2026).
Ia menilai RT dan RW memegang peran penting dalam menyukseskan program pemerintah daerah. Dukungan di tingkat lingkungan disebut menjadi kunci keberhasilan pembangunan.
“Saya yakin, apabila RT dan RW bergerak bersama, tidak ada program pemerintah yang tidak bisa berhasil. Terima kasih atas dedikasi dan kerja nyata bagi masyarakat Kota Probolinggo,” tambahnya.
Salah satu penerima, Ketua RT 04 Kelurahan Jati, Sumila (58), menyambut baik kebijakan tersebut. Ia mengaku merasa diperhatikan oleh pemerintah.
“Alhamdulillah kami diperhatikan dengan peningkatan honor ini. Sekarang kami juga harus melek IT untuk mendukung program Bersolek, termasuk mengisi data warga lewat HP agar selalu update,” katanya.
Kebijakan ini menjadi bagian dari realisasi janji politik kepala daerah. Pemerintah berharap peningkatan kesejahteraan RT dan RW berdampak pada optimalnya pelayanan di tingkat lingkungan.***














