PROBOLINGGO,- Insiden hilangnya tujuh koper milik wisatawan asal Thailand di kawasan gunung bromo memicu respons cepat Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
Sebagai langkah awal, Pemkab menggelar rapat koordinasi (Rakor) untuk memperkuat sistem keamanan dan pelayanan wisata pada Kamis (19/2/2026).
Rakor tersebut melibatkan sejumlah pihak terkait. Fokusnya pada evaluasi pengamanan serta penataan ulang titik-titik rawan di kawasan wisata.
Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, menegaskan keamanan wisatawan adalah prioritas. Ia menyebut kejadian ini menjadi alarm untuk perbaikan menyeluruh.
“Rapat koordinasi ini kami gelar sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Kami tidak ingin kejadian yang merugikan wisatawan terulang kembali,” ujarnya.
Pemkab menyoroti pengaturan parkir dan mobilitas kendaraan wisata. Titik parkir resmi akan ditata ulang dan pengawasan diperketat.
Patroli gabungan bakal ditingkatkan. Pemasangan CCTV di sejumlah titik rawan juga akan didorong.
Selain itu, aturan bagi pengemudi jip dan pelaku jasa wisata akan diperjelas. Standar pelayanan diminta lebih profesional demi menjaga citra destinasi.
Heri optimistis kolaborasi lintas sektor akan memperkuat kepercayaan publik. Menurutnya, Bromo harus tetap aman bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sementara itu, laporan kehilangan telah ditangani oleh pihak kepolisian setempat. Proses penyelidikan masih berlangsung.***














