banner 728x90
Daerah

Terungkap! Baku Hantam Viral di Probolinggo Dipicu Masalah Motor Rampasan

×

Terungkap! Baku Hantam Viral di Probolinggo Dipicu Masalah Motor Rampasan

Sebarkan artikel ini
Sebuah video perkelahian beredar luas di WhatsApp dan media sosial./ Foto: Tangkap Layar

PROBOLINGGO,- Sebuah video perkelahian beredar luas di WhatsApp dan media sosial. Rekaman itu disebut terjadi di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada Jumat malam (13/2/2026).

Dalam video tersebut tampak dua pria terlibat cekcok dan baku hantam. Warga mengidentifikasi salah satunya sebagai Mahfud Rosi, pria berjaket kulit dan bertopi hitam.

Pria lain disebut bernama Sahla. Ia diduga berprofesi sebagai seorang Debt Collector dan terlihat mengenakan batik serta songkok saat adu mulut dengan Mahfud.

Informasi yang dihimpun menyebut Mahfud mendatangi rumah Sahla di Desa Kalibuntu. Kedatangannya untuk membahas sepeda motor keluarganya yang sebelumnya dirampas.

Saat di konfirmasi oleh wartawan bolinggo.co pada Sabtu Malam (14/2/2026). Mahfud membenarkan pertemuan tersebut. Ia menyebut niat awalnya adalah mediasi.

“Awalnya kami ke sana untuk berunding soal motor keluarga saya yang dirampas. Pertemuan yang semula dimaksudkan untuk mediasi berubah menjadi cekcok,” ujarnya.

Baca Juga:  Warga Makassar yang Hilang Kontak 2 Tahun di Probolinggo Akhirnya Ditemukan

Menurut Mahfud yang merupan warga Kecamatan Maron mengatakan, adu argumen awalnya terjadi di rumah Sahla. Situasi kemudian memanas.

“Kami sempat adu argumentasi. Tapi tiba-tiba Sahla langsung main tangan, saya mengalami luka di bagian dekat mata akibat insiden tersebut,” katanya.

Ia juga menyebut video yang beredar direkam oleh istri Sahla. Rekaman itu lalu tersebar di media sosial dan grup WhatsApp.

Mahfud mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kraksaan. Ia berharap kasus ini diproses sesuai hukum.

“Saya berharap Probolinggo bersih dari premanisme,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Sahla belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi yang dilakukan media ini juga belum mendapat tanggapan.***