banner 728x90
Daerah

Seleksi Kepala Sekolah di Probolinggo, Puluhan Guru Ikuti Uji Paparan

×

Seleksi Kepala Sekolah di Probolinggo, Puluhan Guru Ikuti Uji Paparan

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 36 guru di bawah usia 56 tahun mengikuti paparan seleksi calon kepala sekolah./ Foto: Kominfo

PROBOLINGGO,- Suasana seleksi calon kepala sekolah di Kota Probolinggo memasuki tahap paparan. Puluhan guru tampil menyampaikan gagasan dan strategi kepemimpinan untuk jenjang SD dan SMP Tahun 2026.

Sebanyak 36 guru di bawah usia 56 tahun mengikuti tahapan tersebut. Kegiatan digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo sebagai bagian dari proses penentuan pimpinan sekolah.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menegaskan kepala sekolah ke depan harus menerapkan sistem inklusi. Menurutnya, sekolah wajib memberi ruang dan kesempatan yang sama bagi semua peserta didik.

“Nantinya kepala sekolah yang terpilih harus menggunakan sistem inklusi yang memberi kesempatan pada semua. Kepala sekolah juga harus menjadi problem solving dan mampu beberapa bahasa untuk menambah poin,” ujarnya.

Ia meminta para peserta memaparkan rencana kerja secara matang. Strategi yang disusun akan menjadi tolok ukur kualitas kepemimpinan masing-masing calon.

“Untuk itu saat ini kita perlu mendengar apa rencana bapak-ibu sekalian dalam menyusun strategi untuk pencapaian-pencapaian,” katanya.

Aminuddin menambahkan, perencanaan menjadi dasar dalam menilai bobot kebijakan yang akan diambil.

Baca Juga:  Pemkot Probolinggo Luncurkan Prolink Sakti, Layanan Informasi dan Publik 24 Jam

“Apa perencanaannya, karena dari perencanaan yang baik akan bisa dinilai apakah kualitas kebijakan yang diambil bapak-ibu guru mempunyai bobot yang baik atau tidak,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Siti Romlah, menjelaskan kriteria calon kepala sekolah. Di antaranya memiliki pangkat minimal III C, kualifikasi akademik S1, serta kompetensi manajerial dan kepemimpinan.

Ia menyebut total peserta yang diundang melalui sistem sebanyak 294 guru. Namun yang mendaftar dan mengikuti paparan hanya 36 orang.

“Kebutuhan kepala sekolah saat ini 23 orang, terdiri dari 7 untuk SMP dan 16 untuk SD,” jelas Siti Romlah.

Ia juga menambahkan, berdasarkan konsultasi dengan Kemendikdasmen RI, guru SMP dapat menjadi kepala SD dan sebaliknya. Syaratnya, harus lolos seluruh tahapan seleksi.

Adapun asesmen mencakup sejumlah aspek penilaian. Mulai dari perencanaan strategis sekolah, kepemimpinan dan manajerial, kemampuan komunikasi, integritas dan komitmen, hingga penilaian objektif dari Wali Kota Probolinggo.***