BOLINGGODOTCO,- Banjir yang melanda Aceh dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera kembali menunjukkan bahwa alam sedang memberi peringatan. Air, yang selama ini dianggap selalu tersedia, justru hadir dalam bentuk bencana. Di sisi lain, air bersih perlahan menjadi sesuatu yang semakin mahal dan tidak merata.
Di tengah kondisi tersebut, kebiasaan boros air masih sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kran dibiarkan mengalir, air digunakan tanpa perhitungan, seolah cadangannya tidak akan pernah habis. Padahal, air adalah sumber kehidupan yang keberadaannya sangat bergantung pada cara manusia memperlakukannya.
Menghemat air bukan lagi sekadar soal pengeluaran rumah tangga, tetapi soal tanggung jawab terhadap lingkungan dan masa depan. Berikut beberapa tips dan trik sederhana yang dapat dilakukan untuk menghemat air dan menjaga keberlanjutannya.
Cara Menghemat Air dalam Kehidupan Sehari-hari
Langkah menghemat air tidak harus dimulai dari kebijakan besar atau teknologi mahal. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara sadar justru memiliki dampak yang nyata.
Gunakan air seperlunya saat mandi. Mengurangi durasi mandi dan mematikan kran saat tidak digunakan adalah bentuk disiplin sederhana yang sering diabaikan.
Manfaatkan kembali air bekas cucian. Air bekas mencuci beras atau sayuran masih layak digunakan untuk menyiram tanaman, bukan langsung dibuang begitu saja.
Gunakan ember saat mencuci kendaraan. Kebiasaan menggunakan selang air yang terus mengalir mencerminkan penggunaan air yang tidak bijak.
Periksa kebocoran kran dan saluran air. Kerusakan kecil yang dibiarkan terus-menerus dapat menyebabkan pemborosan air dalam jumlah besar tanpa disadari.
Biasakan menutup kran dengan benar. Tindakan sederhana ini menunjukkan kesadaran bahwa air bukan sumber daya yang tak terbatas.
Menanam Pohon sebagai Cara Menjaga Air Tetap Lestari
Menghemat air tidak akan cukup jika tidak diiringi dengan upaya menjaga lingkungan. Salah satu cara paling nyata adalah menanam pohon.
Pohon berperan penting dalam menjaga siklus air. Akar pohon membantu tanah menyerap air hujan, menyimpannya sebagai cadangan air tanah, sekaligus mencegah banjir dan longsor.
Indonesia dikenal sebagai paru-paru dunia, namun kerusakan hutan terus terjadi dari waktu ke waktu. Ketika pohon ditebang dan lahan kehilangan daya serapnya, air hujan tidak lagi menjadi berkah, melainkan bencana.
Menanam pohon, meski hanya satu atau dua, adalah bentuk perlawanan kecil terhadap krisis lingkungan yang sedang berlangsung.
Menjaga Air, Menjaga Kehidupan
Air adalah sumber kehidupan yang tidak dapat digantikan. Jika hari ini manusia abai, maka esok yang datang bukan hanya kekurangan air bersih, tetapi juga krisis kemanusiaan.
Menghemat air dan menjaga lingkungan bukan pilihan, melainkan kebutuhan. Dimulai dari rumah, dari kebiasaan harian, dan dari kesadaran bahwa alam memiliki batas.
Jika air terus disia-siakan, maka bukan alam yang gagal menjaga manusia, melainkan manusia yang gagal menjaga sumber kehidupannya sendiri.***
Penulis: Mohammad Taofik (Mahasiswa UIN Khas Jember)














