LUMAJANG,- Status Gunung Semeru resmi naik ke Level IV (Awas) setelah aktivitas vulkanik meningkat signifikan. Di tengah kondisi tersebut, sebanyak 178 orang diketahui masih berada di kawasan Ranu Kumbolo, termasuk pendaki, petugas taman nasional, porter, hingga rombongan dari Kementerian Pariwisata.
Informasi tersebut disampaikan Kabag TU BB TNBTS, Septi Eka Wardhani, yang menegaskan bahwa seluruh orang di lokasi saat ini berada dalam kondisi aman dan dalam pengawasan ketat tim lapangan.
“Di Ranu Kumbolo ada 178 orang. Mereka terdiri dari 137 pendaki, 1 petugas, 2 saver, 7 PPGST, 15 porter, dan 6 orang dari Kementerian Pariwisata. Kami memastikan semuanya tetap berada di titik aman,” ujarnya.
Dilarang Turun di Malam Hari
Meski situasi mengkhawatirkan, proses evakuasi belum dapat dilakukan. Jalur turun dari Ranu Kumbolo dinilai terlalu berisiko pada malam hari karena gelap, licin, dan rentan longsor.
Petugas memilih mempertahankan para pendaki di lokasi agar terhindar dari potensi bahaya di sepanjang jalur pendakian.
“Tetap bertahan adalah pilihan paling aman. Evakuasi akan dilakukan segera setelah situasi memungkinkan,” tambah Septi.
Pengawasan Nonstop dan Dukungan Logistik
Tim penyelamat, porter, dan petugas taman nasional terus melakukan pengawasan real-time terhadap kondisi para pendaki. Mereka memastikan seluruh pendaki mendapatkan instruksi yang jelas, logistik memadai, serta pendampingan jika terjadi perubahan situasi.
Para pendaki juga diminta tetap tenang, saling menjaga jarak aman, serta mengikuti setiap arahan resmi untuk menghindari kepanikan dan risiko tambahan.
Publik Diminta Tidak Sebarkan Hoaks
BB TNBTS mengingatkan masyarakat yang menantikan kabar kerabatnya agar mengacu hanya pada informasi resmi. Penyebaran kabar tidak terverifikasi dinilai dapat memperkeruh keadaan dan mengganggu proses penanganan darurat yang sedang berlangsung.
Hingga laporan terakhir, seluruh orang di Ranu Kumbolo dipastikan aman. Tim TNBTS bersiaga penuh untuk mengevakuasi mereka segera setelah kondisi jalur kembali stabil dan bebas dari ancaman letusan lanjutan.***














